Cara Kami Mengusir Babi Hutan dari Lahan Jagung

Salah satu kendala menanam jagung di dataran tinggi daerah perbukitan adalah serangan hama babi hutan. Seperti lahan yang saya tanami saat ini. Karena memang lokasinya berada di lereng bukit yang masih berdekatan dengan hutan semak belukar dimana babi hutan berkembang biak. Bahkan lahan yang jauh dari hutan pun masih sering diserang hama babi ini. Karena memang populasi babi hutan masih cukup banyak di daerah kami.


Para petani di daerah saya seringkali dipusingkan dengan serangan hama ini. Mulai sejak jagung ditanam sampai jagung berbuah bahkan jagung sudah tua dan kering pun masih diserang. Oleh karena itu, tidak sedikit dari mereka para petani harus jaga tiap malam untuk mengantisipasi datangnya serangan babi, termasuk saya sendiri.
Berdasarkan pengalaman pribadi dan petani lain, babi hutan biasanya masuk ke lahan jagung pada saat menjelang maghrib dan kembali ke habitatnya pada saat fajar tiba. Makanya terkadang sampe semalam suntuk berjaga dan keliling lahan. Capek juga sebenarnya tapi mau gimana lagi, demi tanaman tetap aman.

Para petani juga telah mencoba berbagai macam cara untuk mengusir babi hutan seperti membunyikan petasan karbit atau spirtus, memberi wewangian di sekeliling lahan, memasang kawat duri, pasang jaring, pasang lampu kelap kelip, buat api unggun, pasang kawat yang dialiri listrik dari mesin genset, dan bahkan ada yang pasang keris. hahaha..

Berbagai macam cara mengusir babi hutan dari lahan jagung ini memang aneh-aneh. Tapi itulah inovasi para petani jagung di daerah saya. Mereka berkreasi dari cara satu ke cara lain untuk mengusir hama merugikan ini. Dari sekian cara itu kadang ada yang berhasil dan kadang juga masih tetap lolos.

Sebenarnya cara yang lumayan ampuh untuk mengusir babi hutan ini adalah dengan aliran listrik genset. Caranya dengan mengulur kawat tali ke sekeliling lahan dan mengaliri listrik pada kawat tersebut. Apabila ada babi yang masuk dan menyentuh kawat tersebut maka akan kestrum dan mati. Namun sayangnya harus keluar biaya lebih untuk beli bensin. Dan kendala lain biasanya apabila babi masuk sebelum genset dihidupkan maka susah keluarnya kalau sudah masuk ke dalam rimbunan jagung.

Bagi yang tidak mau keluar biaya untuk beli genset dan bensin, cara mengusir babi yang paling umum digunakan adalah dengan membunyikan petasan dari karbit atau spiritus. Agar bunyinya menggelegar biasanya petasan dibuat dari paralon. Menggunakan petasan harus tetap keliling dan berjaga di tempat jalan masuk babi. Jika kebetulan bertemu dengan babi dan petasan dibunyikan di dekatnya, maka biasanya babi akan kaget dan lari tunggang langgang dan kapok untuk beberapa hari.

Cara unik lain untuk mengusir babi dari lahan jagung adalah dengan memasang wewangian. Caranya dengan mencelupkan kain bekas ke pewangi pakaian lantas digantung di sekeliling lahan atau di tempat jalan yang sering dilewati babi. Cara ini kadang tidak berhasil ketika turun hujan karena aromanya luntur.

Bagi petani agak males biasanya cuma membuat suara berisik dengan cara menggantung kaleng-kaleng bekas lantas diikat dengan tali panjang sampai ke gubuk/pondok dan ditarik hingga kaleng-kaleng tersebut mengeluarkan suara berisik tujuannya agar babi takut mendekat.

Sebenarnya masih banyak lagi cara untuk mengusir babi hutan dari lahan jagung yang dipakai oleh para petani. Yang saya jelaskan di atas hanyalah gambaran singkat saja bagaimana usaha para petani dalam melindungi tanamannya dari serangan hama menjengkelkan ini. Jika pembaca mempunyai pengalaman lain untuk menghalau babi hutan bagi-bagi ya di kolom komentar. Thanks.