Cara Menanam Cabe Merah Hasil Melimpah

Budidaya cabe merupakan salah satu bidang usaha yang mempunyai prospek yang besar. Cabe adalah salah satu kebutuhan pokok yang setiap hari selalu digunakan sebagai bumbu masak sampai pada tingkat produk makanan. Oleh karenanya tingkat kebutuhan cabe sangat tinggi dan membutuhkan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dari situlah budidaya tanaman cabe sangat dianjurkan karena mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Sebelum memulai budidaya cabe hendaknya petani memperhatikan dan mengontrol harga cabe dipasaran untuk menentukan waktu tanam. Karena harga cabe sangat fluktuatif atau tidak menentu. Jika beruntung harga cabe bisa mencapai 100 rb / kg dan tidak jarang pula harga cabe turun hingga 10 ribu per kilogramnya. Strategi yang dapat digunakan untuk mendapatkan hasil melimpah adalah tidak menanam pada saat harga cabe sedang turun atau pada saat pasokan cabe melimpah.

Setelah menentukan waktu tanam, petani juga harus memperhatikan cara menanam cabe yang tepat pula agar benar-benar mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada artikel ini akan kami jelaskan tentang  cara menanam cabe merah (Capsicum annum). Jenis cabe ini termasuk dalam keluarga terong-terongan atau Solanaceae. Cabe merah sangat disukai oleh masyarakat. Baik untuk bumbu dapur, dan dapat pula diawetkan misalnya dalam bentuk acar, saus, tepung cabai dan buah kering.

Syarat Tumbuh Tanaman Cabe
Cabe merah dapat tumbuh baik pada dataran rendah dan dataran tinggi. Tanaman ini sangat baik untuk dibudidayakan karena cocok dengan iklim Indonesia. Cabe merah dapat hidup pada ketingian 0-1000 meter dpl. Suhu yang baik untuk pertumbuhan cabe merah adalah antara 24-28 derajat celcius.

Kondisi tanah yang baik untuk budidaya cabe merah adalah tanah yang berstruktur gembur, subur, kaya bahan organik, dan memiliki pH tanah antara 6-7.

Untuk tempat penanaman di sawah waktu yang baik untuk menanam cabe merah adalah pada akhir musim penghujan sedangkan di lahan tegalan waktu yang baik adalah pada saat musim hujan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi ketersediaan air pada kedua tempat tersebut.
cara menanam cabe

 Teknik Budidaya Cabe Merah

1. Bibit Cabe
Usahakan memilih bibit cabe unggul untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Saat ini sudah banyak varietas cabe yang beredar di pasaran, baik hibrida maupun lokal.
Untuk budidaya cabe merah ini dapat menggunakan varietas Lembang-1, Tanjung-2, Hot Chilli, Hot Beauty dan lain-lain sesuai dengan keinginan. Kebutuhan benih sekitar 250-350 g/hektar.

Anda dapat membeli benih tersebut di toko pertanian terdekat atau bisa dengan membuat bibit sendiri dengan mengambil buah pada tanaman sebelumnya.

Untuk membuat bibit sendiri usahakan memilih tanaman induk yang sehat, kuat, produktifitas tinggi dan tidak terserang hama maupun penyakit. Adapun buah cabe yang akan dibuat bibit pilih yang besar dan sehat. Kemudian keluarkan biji cabe dengan cara menyayat kulit buah dan ambil biji pada bagian tengah. Lalu keringkan di terik matahari kurang lebih selama 3 hari.

2. Penyemaian
Media penyemaian dapat menggunakan bedengan ataupun polybag. Namun akan lebih efektif jika menggunakan polybag guna mengantisipasi benih yang tidak tumbuh. Kalau menggunakan bedengan dikahwatirkan jarak antar benih terlalu rapat sehingga membuat pertumbuhan cabe terganggu dan banyak yang tidak tumbuh.

Bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat media penyemaian diantaranya tanah, arang sekam dan pupuk kandang. Campur bahan-bahan tersebut sampai rata dengan perbandingan 2:1:1. Setelah itu masukkan ke dalam polybag yang terbuat dari plastik atau dedaunan.

Sebelum benih di tanam di polybag, rendam dulu dalam air hangat dengan suhu sekitar 50 derajat celcius atau direndam dalam larutan Previcu N (1cc/l) selama 3 jam untuk penyeleksian. Buang benih yang terapung karena benih tersebut sulit untuk tumbuh. Gunakan bibit yang tenggelam.

Masukkan benih/biji cabe hasil seleksi ke dalam polybag sedalam 1/2 cm dan tutup dengan kompos halus. Dan siram agar kelembabannya terjaga. Setelah itu susun rapi polybag tersebut dan usahakan berikan naungan untuk menjaganya dari sinar matahari secara langsung dan air hujan.

Lakukan penyiraman pada bibit seitap pagi dan sore hari. Bibit cabe yang sudah siap tanam sekitar berumur 21-24 hari atau ketika bibit sudah tumbuh 3-4 helai daun.

3. Pengolahan Tanah
Lahan untuk menanam cabe merah ini bisa menggunakan lahan kering/tegalan dan lahan sawah.

a. Lahan kering/tegalan
Lakukan pengolahan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 30-40 cm sampai gembur dan bersihkan dari sisa-sisa akar tanaman lain yang dapat mengganggu. Kemudian buat bedengan dengan lebar 1-1,5 m tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan sekitar 30 cm. Buat lubang tanam dengan jarak 50x70 cm sehingga dalam tiap bedengan nanti akan terdapat 2 baris tanaman.

b. Lahan sawah
Tanah dicangkul atau dibajak sampai gembur kemudian dibuat bednegan dengan lebar 1,5m dan antara bedengan dibuat parit sedalam 50 cm dan lebar 50cm. Buatlah lubang tanam dengan jarak 50x40 cm. Lakukan pengapuran jika pH tanah kurang dari 5,5 dengan menggunakan Kaptan/Dolomit dengan dosis 1,5ton/hektar. Waktu pengapuran yang baik adalah 3-4 minggu sebelum tanam atau bersamaan dengan pengolahan tanah agar dapat tercampur dengan rata. Pengapuran ini juga bisa diaplikasikan pada lahan kering/tegalan.

4. Penanaman
Pada saat bibit berumur 3 minggu atau bibit sudah tumbuh 3-4 helai daun, bibit bisa dipindahkan ke lahan penanaman. Sebaiknya lakukan penanaman pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari bibit stress karena terik matahari.

Cara menanam cabe merah pada lahan adalah dengan memasukkan bibit pada lubang tanam yang telah dibuat tadi dan diuruk dengan tanah disekitarnya. Jangan lupa untuk menyobek plastik polybag sebelum ditanam. Kemudian siram dengan air secukupnya agar kelembabannya tetap terjaga.

5. Perawatan
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk Perawatan pada tanaman budidaya cabe merah diantaranya penyiraman, pemasangan ajir, perempelan, pemupukan, penyiangan gulma, dan pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman
Cabe termasuk tanaman yang tidak tahan terhadap kekeringan tetapi juga tidak tahan terhadap genangan air. Oleh karenanya Penyiraman dapat dilakukan pada saat musim kering atau disaat cabe membutuhkan air.
Jumlah kebutuhan air per tanaman selama pertumbuhan vegetatif sekitar 250 ml tiap 2 hari dan meningkat mejadi 450 ml tiap 2 hari pada masa pembungaan dan pembuahan.

Cara aplikasi penyiraman dapat menggunakan gembor atau penggenangan. Lakukan penggenakan setiap 2 minggu sekali.

Penyulaman

Pada masa awal pertumbuhan, hendaknya dipantau terus perkembangannya. Jika dalam waktu 1-2 minggu setelah tanam terdapat bibit yang mati atau sakit langsung dicabut dan diganti dengan bibit yang baru. Oleh karenanya pada saat pembuatan bibit usahakan membuat bibit lebih untuk antisipasi penyulaman.

Pemberian Ajir
Tanaman cabe memerlukan ajir atau tongkat untuk menopang tanaman berdiri tegak. Tancapkan ajir dengan jarak minimal 4cm dari pangkal batang. Waktu untuk menancapkan ajir ini sebaiknya sejak hari ke 7 setelah tanam.

Pemangkasan
Tujuan pemangakasan adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan cabang agar dapat berproduksi secara optimal. Lakukan pemangkasan pada tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama atau pada ketiak daun saat tanaman berumur 3 minggu.

Pemupukan
Pupuk dasar yang dapat diberikan dapat berupa pupuk kandang kuda atau sapi sebanyak 20-40 ton/ha dan pupuk buatan TSP dengan dosis 200-225 kg/hektar diberikan sebelum tanam.

Pada pemupukan susulan dapat diberikan pupuk Urea 100-150kg/ha, ZA 300-400 kg/ha dan KCL 150-200 kg/ha. Diaplikasikan 3 kali pada umur 3,6 dan 9 minggu setelah tanam.

Atau bila ingin hemat dan praktis dapat mengggunakan organik cair. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara siramkan 100 ml larutan pupuk yang telah diencerkan pada setiap tanaman. Dapat juga ditambah NPK pada campuran tersebut.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang sering menyerang pada tanaman cabe diantaranya kutu kebul, thrips, kutu daun, ulat grayak, ulat buah tomat, lalat buah, antraknose, panyakit layu, virus kuning dll.

Berikut ini penjelasannya:

Hama
Thrips (Thrips parvispinus)
Gejala: Permukaan bawah daun berwarna keperak-perakan kemudian daun menjadi keriting dan berkerut.
Pengendalian: Lakukan pemantauan secara berkala pada 10-20 tanaman setiap 5 hari sekali. Semprot dengan pestisida seperti pegasus, mesural atau yang lainnya sesuai anjuran Bila ditemukan 5-10 thrips/daun muda.

Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)
Gejala: Terdapat noda-noda kecil bekas tusukan pada buah cabe. Akibatnya tanaman cabe akan rontok.
Pengendalian: memasang perangkap methil eugenol (ME) sebanyak 50-100 buah/ha pada saat tanaman berbunga. Lalat buah yang tertangkap segera dimusnahkan. Atau pengendalian secara manual dapat dilakukan dengan cara memungut dan mengumpulkan buah cabe yang rontok, kemudidan dimusnakan agar lalat tidak menjadi pupa yang bersemayam di dalam tanah.

Kutu Daun
Gejala: daun menjadi kering dan permukaan daun keriting karena hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan pada daun.
Pengendalian: Petik daun yang terserang dan dimusnahkan atau bisa juga dengan menggunakan insektisida yang mengandung fipronil atau diafenthiuron.

Penyakit
Virus Kuning
Gejala: dari kejauhan tanaman cabe berubah warna dai hijau menjadi kekuningan. gejala awal dimulai dengan pucuk mengkerut cekung berwarna mozik hijau pucat, pertumbuhan terhambat dan daun mengebal disertai dengan tonjolan berwarna hijau tua. Penyakit ini dapat mengakibatkan tanaman cabe tidak berbuah sama sekali.
Penendalian: Mengolah lahan dengan baik serta memberikan pupuk berimbang. Pembibitan dengan cara penyungkupan tempat semai dengan kain kasa atau plastik yang dilubangi. Pada daerah yang terserang berat, tanaman muda tidak dibuang tetapi dibuang pada bagian daun yang menunjukkan gejala kuning keriting  kemudian disemprotkan pupuk daun.

Antraknosa (Colletotrichum sp)
Gejala: Gejala awal berupa bercak kecil seperti tersiram air, luka ini berkembang dengan cepat sampai ada yang bergaris tengah. pada fase dewasa tanaman bisa menjadi mati pucuk, batang kering dan pada buah akan menjadi busuk dan terbakar.
Pegendalian: melakukan mencegahan dengan memilih bibit/benih yang sehat dan bebas patogen. Jika sudah terserang dapat dilakukan dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang dan penyemprotan fungisida.

Busuk Batang dan Busuk Daun
Gejala: Infeksi pertama terjadi pada titik tumbuh, bunga dan pucuk daun kemudian menyebar ke bagian bawah tanaman. Pucuk daun berubah warna dari hjau muda menjadi warna coklat lalu hitam dan akhirnya membusuk. Pada bagian batang yang terserang akan menjadi busuk kering, kulitnya mudah terkelupas dan akhirnya tanaman mati.

Pengendalian:
Untuk mencegah serangan penyakit ini dapat dikendalikan dengan mengurangi dosis pemupukan nitrogen dan ZA. Kemudian mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara berjalan lancar.
Jika tanaman sudah terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar. Bisa juga dilakukan penyemprotan fungisida.

6. Pemanenan
Untuk dataran rendah Cabe merah dapat dipanen pertama kali pada umur 70-75 hari setelah tanam. Sedangkan untuk dataran tinggi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan dengan interval 3-7 hari.

Pada saat panen harap diperhatikan juga jika terdapat buah yang rusak yang disebabkan oleh lalat atau antraknose segera dimusnahkan saja.

Demikianlah sekilas tentang cara menanam cabe merah yang kami rangkum dari berbagai sumber sebagai bahan referensi untuk para petani yang ingin mengembangkan budidaya cabe merah dengan hasil melimpah. Semoga bermanfaat.

Budidaya Tanaman Lainnya:
Budidaya Sawi
Cara Menanam Bayam
Cara Menanam Buah Naga
Cara Budidaya Pare
Cara Menanam Cabe Dan Pengendalian Hamanya

Sumber Referensi:
http://alamtani.com/budidaya-cabe-merah.html
http://lampung.litbang.pertanian.go.id/ind/images/stories/publikasi/teknologibudidayacabai
http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/index.php?bawaan=teknologi/isi_teknologi&id_menu=4&id_submenu=19&id=47